Idnewsonline.com Makassar— Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat kualitas tata kelola publikasi ilmiah melalui Pelatihan Penataan dan Optimalisasi Tampilan Jurnal Pujia, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor, Lantai 16 Gedung Iqra Unismuh Makassar, tersebut diikuti para pengelola jurnal di lingkungan universitas.
Pelatihan menghadirkan Ketua Divisi Jurnal dan Publikasi Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Muhammad Amin Said, sebagai narasumber. Materi difokuskan pada penataan tampilan jurnal, penguatan identitas, kelengkapan informasi, konsistensi penyajian, serta kemudahan akses bagi pengguna.
Pengelolaan Jurnal Bukan Sekadar Tampilan
Muhammad Amin Said menegaskan, kualitas jurnal ilmiah tidak hanya ditentukan oleh mutu artikel yang diterbitkan. Profesionalitas juga tercermin dari tata kelola jurnal dan bagaimana informasi disajikan kepada penulis, pembaca, reviewer, maupun pengguna lainnya.
“Jurnal yang baik tidak hanya berbicara tentang kualitas artikel. Tata kelola, kelengkapan informasi, identitas jurnal, tampilan, dan kemudahan akses juga menjadi bagian penting dari profesionalitas sebuah jurnal ilmiah,” ujar Amin.
Menurutnya, penataan tampilan perlu dilakukan secara sistematis agar pengguna dapat dengan mudah mengenali karakter dan ruang lingkup jurnal sekaligus menemukan informasi yang mereka perlukan.
“Identitas jurnal harus ditampilkan secara jelas dan konsisten. Ketika seseorang membuka laman jurnal, ia seharusnya dapat segera memahami fokus jurnal, informasi penerbitan, serta berbagai panduan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Karena itu, para pengelola jurnal didorong tidak memandang tampilan sekadar sebagai unsur estetika. Struktur informasi yang tertata menjadi bagian dari pelayanan akademik kepada penulis dan pembaca.
Kemudahan akses juga mendapat perhatian dalam pelatihan. Pengelola diarahkan memastikan berbagai informasi penting dapat ditemukan dengan cepat, mulai dari fokus dan ruang lingkup jurnal, pedoman penulisan, proses editorial, hingga informasi lain yang berkaitan dengan penerbitan artikel.
Perkuat Kapasitas Pengelola
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi para pengelola jurnal Unismuh Makassar.
Amin mengatakan, pengelolaan jurnal membutuhkan ketelitian dan konsistensi karena setiap unsur saling berkaitan dalam membangun kredibilitas sebuah publikasi ilmiah.
“Pengelola jurnal memiliki peran yang sangat menentukan. Karena itu, penataan harus dilakukan secara konsisten agar jurnal semakin profesional, mudah digunakan, dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada komunitas akademik,” katanya.
Penguatan kapasitas pengelola menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan ekosistem publikasi ilmiah Unismuh. Jurnal-jurnal yang dikelola berbagai fakultas, program studi, dan unit akademik merupakan kanal penting untuk mendiseminasikan hasil penelitian serta pemikiran sivitas akademika kepada masyarakat ilmiah yang lebih luas.
Ketua UGEC Unismuh Makassar, Prof Hartono Bancong, berharap peningkatan kapasitas pengelola jurnal dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Pengelola jurnal memiliki posisi strategis dalam membangun budaya akademik di universitas. Jurnal bukan hanya tempat menerbitkan artikel, tetapi juga menjadi ruang diseminasi hasil penelitian sekaligus memperluas visibilitas karya ilmiah sivitas akademika Unismuh Makassar,” ungkap Hartono.
Ia menilai profesionalitas pengelolaan jurnal menjadi semakin penting seiring berkembangnya ekosistem publikasi ilmiah digital.
“Kami berharap pengelola jurnal terus meningkatkan kualitas tata kelola. Semakin baik jurnal kita dikelola, semakin besar pula peluang karya-karya akademik dosen dan peneliti Unismuh menjangkau komunitas ilmiah yang lebih luas,” tambahnya.
Pelatihan Penataan dan Optimalisasi Tampilan Jurnal Pujia menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar membangun ekosistem akademik dan publikasi ilmiah yang profesional, tertata, serta adaptif terhadap perkembangan pengelolaan jurnal digital.
Upaya tersebut sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya akademik dan peningkatan kualitas diseminasi pengetahuan.
Pengembangan jurnal dan publikasi ilmiah juga berkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, terutama dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta infrastruktur pengetahuan berbasis digital di perguruan tinggi.
Melalui penguatan tata kelola jurnal, Unismuh Makassar berupaya memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diakses, disebarluaskan, dan dimanfaatkan secara lebih luas untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
