idnewsonline.com, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan balasan dari instansi pendidikan asal Selandia Baru, Southern Institute of Technology (SIT), pada Rabu (22/7/2026) di Gedung Induk Siti Walidah, Surakarta. Pertemuan ini dilakukan guna membahas peluang kerja sama strategis dan penyiapan pilot project di bidang akademik serta riset internasional.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari muhibah tim UMS ke markas SIT pada Mei lalu. Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyambut positif berbagai tawaran kolaborasi, salah satunya rencana menjadikan UMS sebagai pusat penyelenggaraan tes kemampuan bahasa Inggris New Zealand Certificate in English Language (NZCEL).
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungannya dan kami sangat senang apabila kita diskusi lebih lanjut lagi lalu dipayungi dengan MoU (Memorandum of Understanding),” ujar Harun di sela-sela pertemuan.
International Manager SIT, Riza Ambadar, menjelaskan bahwa sertifikasi NZCEL memiliki kualifikasi yang setara dengan tes standar internasional seperti IELTS dan TOEFL. Ia menegaskan seluruh program pendidikan di Selandia Baru diawasi secara ketat oleh New Zealand Qualification Authority (NZQA) untuk menjamin standar kualitas yang setara secara global.
Selain pusat tes bahasa, SIT juga membuka ruang kerja sama luas, seperti program dual degree yang memungkinkan mahasiswa UMS meraih kualifikasi resmi dari SIT tanpa harus meninggalkan perkuliahan di Indonesia. Peluang lain yang ditawarkan mencakup joint research (riset bersama) dan visiting lecturer (dosen tamu).
Riza menambahkan, pihaknya akan mematangkan skema kerja sama ini bersama unit dan fakultas terkait agar kesepakatan yang dijalin memiliki implementasi konkret.
“Mudah-mudahan ada beberapa hal yang bisa segera kita jadikan pilot project supaya ada bentuk konkretnya. Jadi, MoU kita nanti tidak hanya berupa kertas yang kita tandatangani saja, tetapi ada action plan-nya yang lebih jelas,” tegas Riza.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UMS, antara lain Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kemitraan dan Urusan Internasional, Direktur DRPPS, DRKUI, Sekolah Vokasi, serta Kaprodi S3 Rekayasa Berkelanjutan. Pasca-pertemuan ini, kedua belah pihak dijadwalkan melangsungkan komunikasi teknis sebelum penandatanganan dokumen MoU secara resmi.
