Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Melalui Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemendikbudristek Tahun 2025, tim dosen dan mahasiswa UM Buton melaksanakan serangkaian pelatihan di Desa Gerak Makmur, Kabupaten Buton, yang berfokus pada penguatan kapasitas BUMDes Tunas Harapan.
Tim PKM UM Buton dipimpin oleh Muh. Hidayatullah, S.M., M.I.Kom. (Ilmu Komunikasi), berkolaborasi dengan Dr. Ansar Suherman, M.I.Kom. (Ilmu Komunikasi), Dwi Agustyawati, S.E., M.M. (Manajemen), serta melibatkan mahasiswa lintas program studi: La Ode Muh. Faizan Faiq, Desmanur Tsalatsa (Ilmu Komunikasi), serta Wa Ode Murni dan Tiya Rahma Baadi (Manajemen).
Pelatihan berlangsung selama dua pekan terakhir bulan Agustus dengan agenda sebagai berikut:
-
Sabtu, 23 Agustus 2025 – Pelatihan Manajemen Usaha & Keuangan
Pengurus BUMDes diperkenalkan aplikasi pembukuan Accurate Online untuk mencatat transaksi keuangan secara sederhana. Dwi Agustyawati bersama tim menjelaskan manfaat digitalisasi pencatatan yang lebih akuntabel. “Dengan Accurate Online, BUMDes bisa meminimalisir kesalahan pencatatan sekaligus meningkatkan transparansi laporan keuangan,” ujar Dwi Agustyawati.

-
Minggu, 24 Agustus 2025 – Pendampingan Penggunaan Accurate Online via Google Meet
Pengurus mengikuti pelatihan lanjutan bersama developer aplikasi dan mempraktikkan langsung pencatatan digital menggunakan Accurate Online.

-
Sabtu, 30 Agustus 2025 – Pelatihan Strategi Pemasaran Digital
Dr. Ansar Suherman bersama Muh. Hidayatullah dan mahasiswa Ilmu Komunikasi melatih pengurus mengaktifkan akun media sosial resmi BUMDes di Facebook, Instagram, dan TikTok. Peserta juga belajar membuat desain promosi produk menggunakan Canva. Hasilnya, postingan produk pertama berhasil diunggah. “Branding digital akan membuat produk abon ikan tuna BUMDes Tunas Harapan lebih mudah dikenal luas,” jelas Muh. Hidayatullah.

-
Minggu, 31 Agustus 2025 – Pendampingan Penggunaan Canva
Tim mendampingi pengurus dalam praktik membuat foto, video, dan desain promosi untuk diunggah ke media sosial. Para peserta belajar mengemas konten kreatif agar lebih menarik bagi calon konsumen

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Gerak Makmur, perangkat desa, pengurus BUMDes, hingga karyawan. Mereka aktif berdiskusi dan menilai pelatihan ini sesuai kebutuhan pengembangan usaha abon ikan tuna.
“Selama ini kami kesulitan memasarkan produk secara luas. Dengan adanya pendampingan dari UM Buton, kami semakin optimis BUMDes Tunas Harapan bisa berkembang lebih profesional,” ungkap salah satu pengurus BUMDes.
Melalui hibah PKM ini, UM Buton berupaya membangun fondasi pengelolaan usaha desa berbasis digital. Manajemen keuangan yang transparan, ditambah strategi komunikasi pemasaran yang kreatif, diharapkan mampu memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
