Salah satu program unggulan di 100 hari kerja pasangan Bupati Gowa ibu Hj. Sitti Husniah Talenrang, SE,. MM dan Wakil Bupati Gowa bapak H. Ir. Darwansyah Muin, M. Si adalah Program Orang Tua Asuh. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan utamanya kemiskinan ekstrim di Kab. Gowa. Dimana diminta kepada seluruh SKPD lingkup kabupaten Gowa dan juga kepada seluruh stake holder yang ada di Kab. Gowa untuk menjadi menjadi orang tua asuh bagi masyarakat yang tergolong ekstrim miskin.
Program ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari berbagai kalangan, salah satunya adalah disampaikan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Gowa, Arifuddin Abbas. Menurutnya Program ini adalah Implentasi dari Telogi Al-Ma’un KH. Ahmad Dahlan yakni satu gagasan dari KH. Ahmad Dahlan yang menjadikan Muhamadiyah dikenal sebagai organisasi social kemasyarakatan.
“Salah satu sebab Muhammadiyah menjadi organisasi besar adalah karena gerakan social yang menyentuh langsung kepada masyarakat Mustad’afin, salah satu yang menginspirasi gerakan itu adalah pondasi ideologi yang dibangun oleh KH. Ahmad Dahlan yang bernama Teologi Al-Ma’un”
Arif sapaan akrab dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Gowa ini menjelaskan makna Teologi Al-Ma’un tersebut bahwa “ Telogi Al-Ma’un ini berawal ketika suatu ketika KH. Ahmad Dahlan dalam pengajian yang hampir terlaksana selama 3 bulan akan tetapi materi yang terus dibawakan adalah tafsir QS. Al-Ma’un, lalu kemudian suatu waktu salah seorang peserta dari pengajian tersebut protes kepada KH. Ahmad Dahlan dengan mengatakan “Wahai Pak Kiyai, mengapa surah ini terus yang dibahas, kami sudah sangat faham akan maknanya”.
Lalu kemudian KH. Ahmad Dahlan menjawab “Kalian mungkin faham, tetapi adakah diantara kalian yang sudah melaksanakan isi dan kandungannya ? Apakah disekiling kalian tidak adalagi orang miskin ? Apakah diantara kalian sudah memberi makan kepada para fakir miskin ? kalau belum berarti kita masih harus melanjutkan membahas ayat ini sampai tidak adalagi orang fakir dan miskin disekitar kita”. Ungkap Arif.
Dari kisah tersebut Arif yang juga adalah salah seorang pendidik di kota Makassar menyimpulkan bahwa para ahli ibadah pun seperti orang yang rajin shalat akan celaka manakala mereka memiliki kemapuan untuk memberi makan kepada orang-orang fakir dan yang disekitarnya namun mereka tidak melakukannya.
“makna besar dari tafsir surah Al-maun yang dikisahkan oleh KH. Ahmad Dahlan tersebut adalah bahwa dalam dunia pemerintahan apalah artinya prestasi yang berderet panjang akan tetapi masih banyak masyarakat yang kelaparan, dan apalah gunanya gedung-gedung tinggi dibangun namun masih banyak masyarakat yang hidup berlaskan tanah dan beratapkan langit” imbuh Arif.
Oleh karena itu Arif berharap bahwa program Orang Tua Asuh ini akan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk dapat mengentaskan kemiskinan hingga menjadi daerah yang maju di masa yang akan datang.
“Saya berharap bahwa program yang luar biasa ini akan manjadi inspirasi bagi semua daerah-daerah khususnya di Sulawesi Selatan ini untuk dapat mengentaskan kemiskinan, selain itu saya juga berharap bahwa bukan hanya pemerintah saja akan tetapi termasuk organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan juga organisasi kepemudaan untuk dapat mengambil bagian dalam program ini untuk mewujudkan kabupaten Gowa yang lebih maju kedepannya”.
