Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi PHBS dan Pilah Sampah di TK Aisyiyah

idnewsonline.com, SURAKARTA — Dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan pengetahuan anak usia dini mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan yang berfokus pada edukasi pemilahan sampah dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ini digelar di TK Aisyiyah Sindon pada Sabtu (30/5/2026) lalu, dengan melibatkan sekitar 35 siswa.

Dua mahasiswa penggerak aksi tersebut adalah An Afida Atsna dan Rara Vera Nathania. Dalam pelaksanaannya, mereka didampingi oleh dosen pembimbing Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes., serta berkolaborasi dengan Politeknik Assalam Surakarta dan sejumlah alumni Prodi Kesmas UMS demi memperkuat sinergi pengabdian.

Dalam mengedukasi siswa TK, para mahasiswa menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) bernama “Trash Go”. Media berupa permainan ular tangga ini dirancang khusus untuk mengenalkan jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) kepada anak-anak secara interaktif.

Selain memilah sampah, anak-anak juga diberikan edukasi mengenai enam langkah CTPS yang benar sesuai anjuran kesehatan melalui media audiovisual. Langkah ini dinilai sebagai proteksi dini yang paling efektif dalam mencegah penyebaran kuman dan virus penyebab penyakit.

Dosen Pembimbing Kegiatan, Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa penanaman perilaku sehat sejak usia dini merupakan langkah preventif yang krusial untuk membentuk karakter anak yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan lingkungan.

“Pengabdian mengenai CTPS dan pengelolaan sampah kepada siswa TK sangat penting dilakukan karena merupakan suatu upaya preventif untuk mencegah penyakit maupun menjaga lingkungan agar tetap sehat terhindar dari pencemaran lingkungan,” ujar Tanjung saat diwawancarai pada Selasa (9/6/2026).

Efektivitas kegiatan ini diukur melalui metode pretest dan posttest sederhana yang diberikan kepada para peserta sebelum dan sesudah materi. Hasil evaluasi berkala menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada anak-anak terkait cara memilah sampah dan pentingnya menjaga kebersihan tangan.

Suasana edukasi berlangsung interaktif dan ceria karena dikemas lewat praktik langsung dan visual yang menarik. Pihak kampus berharap, kebiasaan positif yang telah diajarkan ini tidak berhenti pada saat sosialisasi saja, melainkan dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kebersihan diri dan kelestarian lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *