UMS Terapkan Metode Gamifikasi untuk Adaptasi Sosial Anak PMI di Malaysia

idnewsonline.com, SURAKARTA — Tim dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan pendekatan gamifikasi guna memperkuat adaptasi sosial anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Baru, Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia. Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) ini digelar sebagai solusi atas tantangan komunikasi dan rasa canggung yang kerap dihadapi anak PMI di perantauan.

Ketua Tim Pengabdian UMS, Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., menjelaskan bahwa proses penyesuaian diri di lingkungan baru kerap menjadi beban psikologis bagi anak-anak pekerja migran. Melalui metode gamifikasi, materi adaptasi sosial disampaikan secara interaktif tanpa membebani siswa dengan teori yang rumit.

“Anak-anak pada dasarnya belajar paling cepat melalui bermain. Dengan gamifikasi, proses adaptasi sosial yang semula terasa berat atau menakutkan bagi mereka, diubah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan interaktif,” ujar Andika, Jumat (2/10/2026).

Simulasi Interaktif dan Penguatan Karakter

Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) tersebut melibatkan simulasi permainan, bermain peran (roleplay), bercerita, hingga kolaborasi kelompok. Melalui aturan permainan sederhana, peserta didik diajarkan nilai-nilai empati, pentingnya kerja sama, keterbukaan, serta tata cara berkomunikasi yang sehat.

Program ini dijalankan oleh tim dosen FKI UMS yang terdiri dari Dr. Andika Sanjaya, Sidiq Setyawan, Devi Afriyantari Puspa Putri, dan Arif Surya Kusuma, bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia. Pengelola SB Kampung Baru, Mintarsih Warijan, menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap kemitraan edukatif ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan.

Inovasi Pembelajaran Lintas Negara

Selain berdampak langsung pada peserta didik, model pembelajaran berbasis permainan ini memberikan wawasan baru bagi para pengelola sanggar dan pengajar dalam mengemas materi harian agar siswa lebih betah serta percaya diri.

Andika menegaskan, pelaksanaan PkM-KI ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi di kancah internasional, melainkan langkah nyata dalam membina tumbuh kembang anak-anak PMI.

“Pengabdian ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban tri dharma perguruan tinggi di kancah internasional. Lebih dari itu, di balik riuh rendah permainan sore itu di Kampung Baru, ada harapan yang sedang dipupuk agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mudah beradaptasi, dan siap menyongsong masa depan tanpa kehilangan akar identitasnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *