Perkuat Pengawasan Iklan Pangan PIRT, UMS Gandeng DKK dan Balai POM Surakarta

idnewsonline.com, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pusat Studi Penyakit Kronis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) menggandeng Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta dan Balai POM di Surakarta untuk memperkuat pengawasan iklan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Langkah sinergis ini berfokus pada penguatan komunikasi kesehatan dan evaluasi materi promosi agar masyarakat memperoleh informasi pangan PIRT yang akurat, jujur, serta tidak menyesatkan.

Pengawasan tersebut mengemuka dalam Rapat Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Iklan Pangan PIRT yang diselenggarakan DKK Surakarta pada Senin (28/9/2026). Forum yang dihadiri petugas pengawas pangan se-Kota Surakarta ini menyoroti maraknya pemasaran produk PIRT di media massa maupun media sosial.

Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat UMS, Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.KM., M.Kes., menekankan bahwa iklan pangan memiliki pengaruh besar terhadap persepsi konsumen. Kerap kali klaim seperti “rendah gula” disalahartikan oleh publik sebagai produk yang sepenuhnya sehat.

“Iklan pangan memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Oleh karena itu, kita harus melindungi masyarakat dengan memastikan pesan disampaikan secara tepat agar tidak menimbulkan asumsi yang keliru. Konsumen perlu diedukasi untuk tetap kritis memeriksa komposisi gizi pada label kemasan secara menyeluruh,” ujar Tanjung, Rabu (30/9/2026).

Evaluasi Komprehensif Media Promosi

Ketua Tim Kerja Farmasi, Perbekalan Kesehatan, dan Makanan Minuman DKK Surakarta, Ana Prasanti, S.Farm., Apt., menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap materi promosi para pelaku usaha PIRT. Pengawasan dilakukan demi menjamin materi iklan yang disebarkan di ruang publik tetap mematuhi regulasi dan mengutamakan keamanan konsumen.

Dari sisi teknis regulasi, perwakilan Balai POM di Surakarta, Asri Amalia Winarni, S.T.P., menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Evaluasi tidak terbatas pada label fisik, melainkan menyasar headline, caption, visual gambar, hingga klaim kesehatan di berbagai media cetak, elektronik, dan luar ruang. Balai POM mengingatkan pelaku usaha untuk senantiasa menjunjung etika promosi yang benar dan bertanggung jawab.

Dukung Pencegahan Penyakit Kronis

Ketua Pusat Studi Penyakit Kronis UMS, Dwi Linna Suswardany, S.KM., M.P.H., menambahkan bahwa pengawasan informasi pangan sangat relevan dengan strategi pencegahan penyakit kronis jangka panjang. Menurutnya, pencegahan penyakit tidak hanya mengandalkan perubahan perilaku individu, tetapi juga membutuhkan ekosistem informasi yang sehat.

“Pengawasan informasi dan iklan pangan merupakan bagian integral dalam menciptakan lingkungan informasi yang bertanggung jawab, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengambil keputusan konsumsi yang lebih sehat,” jelas Dwi Linna.

Keterlibatan UMS dalam agenda ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan catur darma perguruan tinggi melalui integrasi kepakaran akademis dengan kebutuhan praktis masyarakat, guna mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan di Kota Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *