Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – “Jadilah seperti iPhone, terus upgrade diri.” Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom. saat memberikan materi dalam rangkaian PPKKMB dan Masta UMPWR Tahun 2026, Senin (14/9/2026).
Di hadapan mahasiswa baru UMPWR, Dzulfikar mengajak mahasiswa melihat perubahan zaman sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Teknologi terus berkembang, kebutuhan manusia berubah, begitu pula cara bekerja dan berkomunikasi.
Ia kemudian memberikan contoh sederhana melalui perkembangan harga iPhone. Sebuah produk yang pernah memiliki nilai tinggi bisa mengalami penurunan nilai dalam beberapa tahun, bukan semata-mata karena produknya menjadi buruk, tetapi karena zaman berubah dan teknologi baru hadir.
Dari contoh tersebut, Dzulfikar mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada kemampuan yang dimiliki hari ini.
“Bukan karena kita tidak pintar. Tetapi karena kita berhenti belajar,” menjadi salah satu pesan yang ia tekankan dalam materinya.
Terus Belajar dan Kuasai Teknologi
Menurut Dzulfikar, kemampuan belajar hal baru harus menjadi kebiasaan seumur hidup. Mahasiswa perlu terus memperbarui wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan. Sebab, ketika seseorang berhenti belajar, ia mulai tertinggal.
Tidak kalah penting, mahasiswa juga perlu memiliki technology and AI literacy. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak harus menjadi ahli teknologi, tetapi perlu memahami bagaimana teknologi mengubah pekerjaan dan kehidupan.
“Jangan bersaing dengan teknologi. Belajarlah bekerja bersama teknologi,” pesannya.
Teknologi, lanjutnya, semestinya dipandang sebagai alat yang dapat memperluas kemampuan manusia, mengubah cara bekerja dan hidup, sekaligus membuka efisiensi serta peluang baru.
Jangan Mudah Percaya, Belajar Berpikir Kritis
Di tengah derasnya arus informasi, Dzulfikar juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah percaya atau sekadar ikut-ikutan. Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan untuk memeriksa, memahami, dan mempertimbangkan informasi secara kritis.
Semakin banyak informasi yang diterima, menurutnya, semakin penting pula kemampuan berpikir kritis. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan di tengah perubahan yang begitu cepat.
Kompetensi Penting, Karakter Jangan Ditinggalkan
Selain pengetahuan dan teknologi, mahasiswa juga diminta tetap kuat dalam karakter dan human skills. Kemajuan teknologi dan semakin banyaknya informasi tidak boleh membuat manusia kehilangan nilai-nilai yang membuatnya tetap menjadi manusia.
Dalam materinya, Dzulfikar menekankan sejumlah kemampuan penting, di antaranya integritas, empati, kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan membangun kepercayaan.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mampu berpikir global tanpa kehilangan jati diri. Mahasiswa boleh berpikir global dan bersiap bersaing dengan dunia, tetapi tetap perlu mengenal akar dan menjaga identitasnya.
Dari Unggul Menjadi Berdampak
Pada bagian akhir, Dzulfikar membawa mahasiswa pada satu pertanyaan yang lebih besar. Menurutnya, proses meng-upgrade diri bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
Mahasiswa perlu belajar, menjadi kompeten, membangun karakter, berani memimpin, dan pada akhirnya mampu memberikan dampak.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa mengubah cara pandang. Bukan hanya bertanya, “Saya akan jadi apa?”, tetapi juga “Saya akan memberikan apa?”
Pesan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa baru UMPWR yang baru memulai perjalanan di perguruan tinggi. Masa kuliah bukan sekadar proses untuk mendapatkan gelar, tetapi kesempatan untuk terus mengembangkan diri, memperluas kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan kontribusi nyata.
“Upgrade dirimu. Perluas dampakmu. Tinggalkan sesuatu yang berarti,” menjadi pesan penutup Dzulfikar kepada mahasiswa UMPWR.
Melalui PPKKMB dan Masta 2026, UMPWR terus mendorong mahasiswa baru untuk tidak hanya menjadi generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga adaptif menghadapi perubahan, mampu bekerja bersama teknologi, memiliki karakter kuat, serta siap memberi manfaat bagi masyarakat. (akbar/UMPWR)
