idnewsonline.com, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyerahkan bantuan langsung kepada enam mahasiswa baru asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi. Penyerahan bantuan uang tunai tersebut dilakukan di sela kegiatan Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam rangkaian Masa Taaruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) UMS 2026, Kamis (10/9/2026).
Selain memberikan bantuan langsung, pihak kampus juga menggelar aksi penggalangan dana secara luas yang melibatkan seluruh civitas academica UMS untuk membantu proses pemulihan para korban bencana di NTT.
“Sebagai bentuk kepedulian, UMS telah menghimbau kepada seluruh civitas academica UMS untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada korban bencana gempa di NTT,” ujar Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Di hadapan para mahasiswa baru, Harun bersama jajaran pimpinan universitas dan dekan fakultas mendorong para civitas academica muda untuk aktif mencetak prestasi selama masa studi. Pihak universitas juga memberikan penghargaan khusus kepada mahasiswa baru yang memiliki capaian prestasi akademik maupun non-akademik di tingkat nasional dan internasional.
Harun menegaskan, UMS berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) guna memfasilitasi pengembangan potensi mahasiswa.
“Anda semua harus menjadi pencetak sejarah, banyak alumni-alumni UMS yang telah menjadi aktor penting di seluruh sektor kehidupan masyarakat. Anda yang mempunyai talenta atau potensi dalam bidang apapun, UMS akan memberikan dukungan penuh,” kata Harun.
Ekspo UKM menjadi puncak dari rangkaian acara Masta PMB UMS 2026. Ajang tahunan ini diikuti oleh 29 organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengenalan serta orientasi pengembangan bakat bagi mahasiswa baru UMS.
Ketua Panitia Masta PMB 2026, Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini memberi ruang bagi setiap UKM untuk menampilkan ide kreatif agar mahasiswa baru dapat memilih organisasi yang sesuai dengan minat dan kompetensinya.
“Para anggota UKM yang ada di kampus memiliki kesempatan untuk menampilkan semua ide-ide kreatif sebagai upaya menarik dan memahamkan arah gerak setiap organisasi. Agar nantinya mahasiswa baru dapat menyesuaikan kompetensi yang dimilikinya,” pungkas Nur Aklis.
