idnewsonline.com, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas jejaring internasional demi mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan benchmarking dan penjajakan kolaborasi strategis dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di Kampus Bangi, Malaysia, baru-baru ini.
Delegasi UMS dipimpin langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dan disambut oleh jajaran pimpinan UKM yang diwakili oleh Prof. Dato’ Dr. Roslee Rajikan. Pertemuan ini berfokus pada penyusunan rencana kerja sama konkret di bidang riset, publikasi ilmiah, konferensi internasional, hingga pengembangan sektor kesehatan.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa kolaborasi antaruniversitas ini harus berorientasi pada implementasi nyata yang memberikan dampak langsung bagi kedua institusi, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas.

“Saya lebih senang langsung implementasi daripada hanya sleeping MoU. Yang penting adalah aksi nyata yang berdampak,” tegas Harun dalam diskusi tersebut.
Harun menambahkan, salah satu poin penting dalam kunjungan ini adalah mempelajari strategi UKM dalam mencapai peringkat 130 dunia versi QS World University Rankings. Saat ini, kerja sama akademik antara kedua pihak sebenarnya sudah berjalan, di antaranya melalui kontribusi dalam publikasi ilmiah bersama. Tercatat sudah ada 67 kolaborasi publikasi yang dihasilkan oleh kolaborasi dosen UMS dan UKM.
Menindaklanjuti hal tersebut, kedua institusi sepakat untuk membahas sejumlah program kolaboratif masa depan. Fokus pembahasan meliputi pengembangan joint funding research, penguatan kerja sama tim editorial jurnal ilmiah, serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama yang direncanakan digelar di Solo atau Bali melalui BIM University.
Selain sektor riset dan akademik, peluang besar juga terbuka pada sektor kesehatan. UMS dan UKM melihat kesamaan kepemilikan rumah sakit pendidikan, termasuk rumah sakit gigi dan mulut, sebagai modal kuat untuk mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan kedokteran, penelitian kesehatan, serta pelayanan masyarakat.
Merespons berbagai usulan strategis ini, pihak UKM menyatakan komitmen penuhnya untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan UMS. Sebagai bentuk keseriusan, UKM menjadwalkan kunjungan balasan ke kampus UMS pada November mendatang, yang momentumnya bertepatan dengan penyelenggaraan agenda QS Impact di Indonesia.
Sinergi yang terbangun melalui benchmarking ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing UMS dan UKM di tingkat regional maupun global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
