BEM SaintekMu Hadiri Focus Group Discussion Solidaritas untuk Palestina 2024

Idnewsonline.com, Jakarta – Presiden Mahasiswa BEM SaintekMu, Radityo Satrio, menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina: Peluang dan Tantangan” pada Jumat, 27 Jumadil Ulaa 1446 H / 29 November 2024 M. Acara ini diselenggarakan oleh panitia Bulan Solidaritas Palestina Aqsa Working Group (AWG) bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR RI).

Bertempat di Ruang Abdul Muis DPR RI, acara ini menghadirkan berbagai narasumber dari dalam dan luar negeri, tokoh peduli Palestina, ulama, cendekiawan, mahasiswa, dan tokoh publik. Beberapa di antaranya adalah:
• Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng. – Ketua BKSAP DPR RI
• H.E. Mr. Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun – Duta Besar Palestina untuk Indonesia
• Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. – Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam
• Prof. Yon Machmudi, Ph.D. – Professor Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia
• Mr. Smith Alhadar – Executive Director of the Institute for Democracy Education and Advisor to the Indonesian Society for Middle East Studies
• Prof. Dr. Mahmoud Anbar – Professor of Interpretation and the Sciences of the Qur’an, Islamic University of Gaza
• Dr. Dany Kurniadi, SP. Bs. – Ketua Tim EMT MER-C 5 untuk Gaza

Acara ini juga dihadiri tokoh publik seperti Surya Utama (Uya Kuya) bersama istrinya, Astrid Khairunisha, serta Verrel Bramasta, yang berperan sebagai moderator dalam diskusi tersebut.
Radityo Satrio, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Mahasiswa Bela Palestina (FK-MBP), menyampaikan rasa terhormatnya dapat menghadiri acara besar ini. Ia menilai bahwa diskusi ini tidak hanya membuka perspektif mengenai kondisi Palestina, tetapi juga memberikan wawasan tentang peran mahasiswa dan masyarakat global dalam mendukung perdamaian serta keadilan di sana.
“Sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih bisa berpartisipasi dalam Focus Group Discussion ini. Kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru tentang kompleksitas isu Palestina dan tantangan yang dihadapi dalam upaya membangun solidaritas kemanusiaan yang lebih luas. Diskusi yang terjadi di sini sangat berharga, karena tidak hanya membuka perspektif saya tentang situasi Palestina, tetapi juga tentang bagaimana kita, sebagai mahasiswa dan masyarakat global, bisa berperan aktif dalam mendukung perdamaian dan keadilan di sana,” ujar Radityo Satrio.
Radityo menekankan pentingnya aksi nyata yang terstruktur dan strategis sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Acara ini membuka peluang untuk memahami cara-cara konkret dalam menyuarakan hak asasi manusia, mendukung mereka yang tertindas, serta mengidentifikasi tantangan besar yang dihadapi.

“Ke depan, saya berharap BEM sebagai organisasi yang mewakili suara mahasiswa dapat berperan lebih aktif dalam menggalang dukungan, baik di tingkat kampus maupun lebih luas lagi, dalam rangka memperjuangkan perdamaian dan keadilan untuk Palestina. Mari kita bersama-sama menjaga semangat solidaritas ini, karena kemanusiaan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
Radityo juga mengajak mahasiswa untuk terus menjaga semangat solidaritas dan berperan lebih aktif dalam mendukung serta memperjuangkan perdamaian dan keadilan untuk saudara-saudara di Palestina. Ia menegaskan bahwa kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama. (KLA & HIA)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *