Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – kembali mencatatkan capaian penting dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi. Setelah melalui proses audit laporan keuangan, UMPWR memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan untuk Tahun Anggaran 2024/2025 atau tahun takwin 1 September 2024 sampai dengan 31 Agustus 2025.
Audit tersebut dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Abdul Muntalib & Yunus, dengan izin Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP-124/KM.1/2016.
Dalam laporan auditnya, KAP Drs. Abdul Muntalib & Yunus menyatakan telah mengaudit laporan keuangan UMPWR yang mencakup laporan posisi keuangan per 31 Agustus 2025, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan UMPWR menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Universitas Muhammadiyah Purworejo per 31 Agustus 2025, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat di Indonesia.
Pernyataan tersebut menjadi dasar penting atas diperolehnya opini Wajar Tanpa Pengecualian. Bagi UMPWR, capaian ini bukan sekadar predikat atas laporan keuangan. Opini WTP menjadi bagian penting dari upaya universitas menjaga pengelolaan keuangan agar tetap transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Biro Keuangan UMPWR, Dr. Anita Rinawati, M.Pd., menyampaikan bahwa hasil audit tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus evaluasi terhadap proses pengelolaan keuangan yang selama ini dilakukan.
“Alhamdulillah, UMPWR memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian. Ini menjadi capaian yang tentu kami syukuri, sekaligus menjadi motivasi bagi Biro Keuangan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan. Kami berusaha memastikan setiap proses berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Anita.
Menurutnya, hasil tersebut tidak lepas dari kerja bersama seluruh unit di lingkungan UMPWR. Proses penyusunan laporan keuangan membutuhkan ketelitian sekaligus koordinasi, sehingga capaian ini tidak bisa hanya dilihat sebagai keberhasilan satu biro.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang SDM dan Keuangan UMPWR, Dr. Muhamad Taufik, M.T., menilai opini WTP menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kualitas tata kelola universitas, khususnya dari sisi keuangan.
“WTP ini tentu menjadi kabar baik bagi UMPWR. Namun yang lebih penting adalah bagaimana hasil ini menjadi pijakan untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan. Kita ingin pengelolaan keuangan tidak hanya baik ketika diaudit, tetapi memang menjadi budaya dalam setiap proses kerja di universitas,” jelasbya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola keuangan juga memiliki kaitan erat dengan upaya UMPWR dalam meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Transparansi dan akuntabilitas keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola perguruan tinggi yang sehat.

Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menyambut baik hasil audit tersebut. Menurutnya, opini WTP merupakan buah dari kerja bersama dan komitmen seluruh sivitas akademika serta tenaga kependidikan dalam menjaga amanah pengelolaan universitas.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas diperolehnya opini Wajar Tanpa Pengecualian. Ini menunjukkan bahwa ikhtiar kita dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel mendapatkan penilaian yang baik dari auditor,” ujar Rektor.
Rektor menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat UMPWR berhenti berbenah. Justru, hasil audit ini menjadi dorongan untuk mempertahankan hal-hal yang sudah baik sekaligus memperbaiki bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan.
“Bagi kami, WTP bukan tujuan akhir. Ini adalah bagian dari proses untuk memastikan amanah pengelolaan UMPWR dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ke depan, kami akan terus memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan pengelolaan keuangan mendukung pencapaian target-target universitas,” tambahnya.
Dengan diraihnya opini WTP ini, UMPWR semakin menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Capaian tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh jajaran universitas untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan institusi, sejalan dengan ikhtiar UMPWR menuju perguruan tinggi yang semakin unggul. (akbar/umpwr).
