Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) dipercaya menjadi tuan rumah Silaturahmi Muballigh II Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara yang digelar selama dua hari, 16–17 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UM Buton ini menjadi momentum penting penguatan dakwah berkemajuan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Mengusung tema “Muballigh Muhammadiyah Menggembirakan Dakwah, Memajukan Umat”, kegiatan tersebut diikuti oleh muballigh, akademisi, mahasiswa, serta jajaran pengurus PWM dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sultra. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyinergikan dakwah Islam dengan pendekatan keilmuan dan tantangan sosial kontemporer.
Silaturahmi Muballigh II secara resmi dibuka oleh Sekretaris PWM Sulawesi Tenggara, Dr. HM. Alifuddin, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa muballigh Muhammadiyah memiliki peran sentral dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan, solutif, dan relevan dengan kebutuhan umat.
“Dakwah Muhammadiyah harus terus menggembirakan, mencerahkan, dan mampu menjawab problem keumatan secara nyata,” ujar Dr. Alifuddin.
Agenda pembukaan dilanjutkan dengan laporan pandangan keumatan dari Majelis Tabligh PWM Sultra serta PDM Kota Baubau, yang menyoroti tantangan dakwah di era digital dan perubahan sosial yang semakin dinamis.
Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliliani, S.P., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai keislaman.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mencetak kader dakwah yang berintegritas, berwawasan luas, dan berorientasi pada kemajuan umat.
“UM Buton siap menjadi mitra strategis persyarikatan dalam mengembangkan dakwah berkemajuan yang berbasis ilmu, etika, dan pengabdian sosial,” ungkapnya.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan organisasi, integritas muballigh, serta tanggung jawab sosial dalam membangun masyarakat berkarakter. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Rektor UM Buton kembali menegaskan bahwa integritas insan akademik dan muballigh merupakan kunci dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, tanya jawab, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh yang berkontribusi aktif dalam dakwah Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara kampus dan persyarikatan Muhammadiyah semakin kuat dalam menghadirkan dakwah yang inklusif, mencerahkan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
