Jakarta, idnewsonline – Marine Cruise Indonesia, lembaga pelatihan kerja (LPK) yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang hospitality kapal pesiar, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, M.I.Kom, pada Selasa (22/4) di kantor BP2MI, Jakarta.
Audiensi ini membahas upaya peningkatan kualitas pelatihan serta perluasan penempatan tenaga kerja Indonesia dalam industri kapal pesiar internasional. CEO Marine Cruise Indonesia, Rahmat Prajoko, S.H., didampingi COO Erick dan tim, hadir langsung dalam pertemuan yang disambut oleh Wamen BP2MI bersama sejumlah direktur dan pejabat terkait.
Pertemuan ini menjadi tonggak awal bagi kerja sama lebih erat antara dunia pelatihan vokasi dan lembaga pemerintah yang menangani perlindungan serta penyaluran tenaga kerja migran. Marine Cruise Indonesia, yang bermarkas di Yogyakarta, dikenal sebagai pelopor dalam pelatihan tenaga profesional di bidang kapal pesiar, dengan pendekatan berbasis kompetensi dan standar internasional, serta kemitraan dengan berbagai perusahaan pelayaran global.
Dalam sambutannya, Wamen Dzulfikar memberikan apresiasi atas program pelatihan yang dijalankan oleh Marine Cruise. Ia menyatakan bahwa program semacam ini sejalan dengan visi Presiden RI untuk menjadikan pekerja migran Indonesia sebagai tenaga profesional unggulan, bukan sekadar buruh migran.
“Presiden menginginkan pekerja migran yang berkualitas, memiliki keterampilan, perlindungan hukum, dan daya saing tinggi di luar negeri,” kata Dzulfikar.
Pihak Marine Cruise juga menyampaikan komitmen mereka untuk terus mencetak lulusan siap kerja dan kompetitif secara global. Mereka berharap kerja sama dengan BP2MI dapat ditingkatkan, terutama dalam hal legalitas, perlindungan hukum, dan pembukaan akses ke pasar kerja luar negeri.
Rahmat Prajoko menekankan bahwa pelatihan di Marine Cruise tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan etos kerja sesuai standar internasional, agar lulusan mampu mencerminkan citra positif Indonesia.
Wamen BP2MI menyatakan dukungan penuh terhadap program pelatihan yang kredibel dan berkualitas, serta mendorong agar lembaga pelatihan seperti Marine Cruise aktif dalam koordinasi terkait regulasi dan standarisasi.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk SDM unggul Indonesia di sektor kapal pesiar, yang tak hanya sukses bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi duta profesionalisme bangsa di mata dunia. (Adm)
