Makassar – Mushallah Mappakabaji, yang berlokasi di Kelurahan PAI, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, resmi diresmikan pada Rabu, 26 Februari 2025. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, dihadiri oleh berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam pembangunannya.
Acara peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santriwati TK TPA binaan LDK PWM Sulawesi Selatan. Turut hadir dalam acara ini Pengurus RT, Babinsa Kelurahan PAI, Dai LDK, serta tokoh masyarakat setempat. Ustadz Tauhid, S.Ag, M.Pd selaku penanggung jawab pembangunan menyampaikan laporan perkembangan proyek, sementara tausiah disampaikan oleh Ustadz Ir. H. Ahmad Yani. Juga hadir pengurus Gerakan Jum’at Berkah serta Ketua LDK, Nurhidayat Muhammad Said.
Mushallah Mappakabaji dibangun dengan tujuan utama sebagai pusat pembelajaran Islam bagi anak-anak pemulung di sekitar kawasan tersebut. Pembangunan mushallah ini menghabiskan dana sekitar Rp29 juta, yang merupakan bantuan dari PWM Sulawesi Selatan. Selain untuk anak-anak, mushallah ini juga diharapkan menjadi tempat pembinaan agama bagi orang tua mereka.
Dalam tausiahnya, Ustadz Ir. H. Ahmad Yani mengajak para orang tua dari komunitas pemulung untuk memanfaatkan mushallah ini sebagai tempat beribadah selepas bekerja. Beliau juga menegaskan bahwa profesi sebagai pemulung adalah pekerjaan halal yang turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain peresmian mushallah, acara ini juga diisi dengan pembagian paket bantuan dari LazisMu kepada para santri yang merupakan anak-anak pemulung.
Ketua LDK, Nurhidayat Muhammad Said, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan mushallah ini. Ia berharap tempat ibadah ini dapat menjadi pusat pendidikan agama yang berkelanjutan bagi komunitas pemulung. Ia juga menekankan pentingnya peran dai LDK dalam memastikan keberlanjutan pendidikan TK TPA di mushallah ini agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Dengan peresmian Mushallah Mappakabaji, diharapkan komunitas pemulung memiliki fasilitas yang layak untuk beribadah dan menimba ilmu agama, sehingga semakin termotivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
